Mahasiswa IPB Siap Juarai Ramadhan dengan Alquran
Mahasiswa IPB Siap Juarai Ramadhan dengan Alquran
Baca juga info : kursus bahasa
inggris
Bertepatan dengan datangnya bulan Suci Ramadhan, Program Pendidikan
Kompetensi Umum (PPKU) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Studium
Generale Mata Kuliah Dasar Umum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang
bertajuk “Ramadhan Juara, Prestasiku Mendunia”. Kegiatan ini digelar di
Graha Widya Wisuda Kampus IPB Dramaga, Sabtu (19/5) dan diikuti lebih
dari 1.000 mahasiswa.
“Alhamdulillah Studium Generale ini terlaksana pada saat bulan suci
Ramadhan. Pada momentum bulan puasa ini kita mengajak semua untuk
menjadi pribadi yang sukses dan bertakwa. Insya Allah semua mahasiswa di
sini dapat memanfaatkan materi yang diberikan sebagai bekal untuk
menjadi orang sukses di bulan Ramadhan,” jelas Drs Romly MAg selaku
Koordinator Mata Kuliah Dasar Umum PAI IP.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Rangkaian
kegiatan sudah dimulai sejak bulan April yang diawali perlombaan untuk
seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah PAI di semester ini. Lomba
tersebut diantaranya lomba nasyid, kaligrafi, vidgram Islami, cipta
puisi, cerita inspiratif, dan poster Islami. Dalam acara studium
generale ini juga diberikan penghargaan pada pemenang di masing-masing
cabang lomba.
Studium Generale menghadirkan narasumber
Prof Didin Hafidhuddin. Pakar ekonomi syariah itu menyampaikan materi
tentang momentum kebangkitan peradaban Islam. “Ramadhan adalah bulan
prestasi bagi individu maupun kelompok. Banyak tokoh besar yang
menjadikan bulan Ramadhan sebagai pencapaian prestasi besar. Contohnya
Buya Hamka dan Imam Nawawi Al-Badri yang menyelesaikan karya besarnya
pada bulan Ramadhan,” ujarnya.
Prof Didin menambahkan, “Kita harus memasang mindset bahwa Ramadhan
adalah bulan prestasi, bukan bulan tidur. Kita harus mengubah kebiasan
kita untuk lebih banyak berinteraksi dengan Alquran serta buku-buku lain
yang mendukung. Karena membangun bangsa dan negara ini adalah tugas
kita yang diawali dengan prestasi-prestasi.”
Pada sesi
selanjutnya adalah talkshow bersama dua tokoh yang berprestasi dengan
Alquran, yaitu Rifdah Farnidah (Juara 1 MHQ international) dan Luqni
Maulana Hidayat (Ketua LPQ Al-Hurriyyah). Dalam seminar tersebut, setiap
pembicara menyampaikan tips dan trik berinteraksi dan berprestasi
dengan Al-Qur’an.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
“Motivasi saya menghafal adalah untuk
membahagiakan kedua orangtua saya. Untuk mencapai tahap berprestasi
seperti ini, kita harus mampu mengenal diri kita sendiri, tidak perlu
menjadi orang lain untuk berhasil karena 99 persen keberhasilan
ditentukan oleh kemauan, kerja keras, dan usaha yang efektif serta
diiringi oleh kedekatan kita kepada Allah dan doa orangtua. Syarat
menghafal yang pertama adalah luruskan niat hanya untuk Allah, perbaiki
bacaan Alquran, kemudian istiqomah dengan metode yang kita pilih,” jelas
Rifda.
Baca
juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Sedangkan Luqni menyampaikan bahwa mahasiswa yang
ingin mempelajari Alquran dapat mengikuti program tahsin melalui lembaga
pengajaran Alquran di Masjid Al-Hurriyyah. “Orang yang belajar Alquran
kemudian mengajarkannya adalah sebaik-baik manusia sesuai dalam hadis
Nabi SAW. Meskipun sebagai mahasiswa punya banyak kegiatan akademik,
organisasi, dan sebagainya, tetapi kita tetap harus meluangkan waktu
untuk belajar dan menghafal Alquran,” kata Luqni.
Luqni
menambahkan, “Butuh perjuangan dan proses untuk mencintai Alquran.
Oleh karena itu kami menyediakan program pengajaran Al-qur’an bagi
mahasiswa yang ingin mempelajari Alquran.”
Baca juga info : kursus bahasa
inggris di pare

Comments
Post a Comment