Membangun Nyali Keuangan
Membangun Nyali Keuangan
Baca juga info : kursus bahasa
inggris
Pernahkah Anda diminta untuk menyanyi di pangggung? Biasanya respons
beberapa orang mulai dari grogi, gugup, keringat dingin, jantung
berdegub lebih kencang, yang paling fatal adalah tiba-tiba jadi ingin ke
belakang.
Bahkan seorang trainer kawakan yang sering wira-wiri di layar kaca
pun, beberapa kali harus ke kamar kecil, sebelum pengambilan gambar
untuk menyanyi. Kenapa? Karena ia diminta melakukan sesuatu yang tidak
dikuasai.
Menyanyi, itu bukan sekedar persoalan penampilan atau suara merdu dan enak didengar. Tetapi juga masalah nyali.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Nyali
ketika tampil, maju dan melakukan hal yang terbaik yang kita miliki.
Bisa jadi suara kita fals, tetapi ketika kita menyanyi dengan hati dan
antusias biasanya adrenalin dalam diri kita juga bergerak memberi
semangat.
Begitu pun dengan masalah perencanaan keuangan
pribadi maupun keluarga. Biasanya beberapa hal, kenapa seseorang tidak
punya nyali dalam mengelola keuangan dan 'membudidayakannya' adalah :
Gaji/pendapatan kecil, hanya dari 1 (satu) pemasukan
Seorang
karyawan atau pengusaha pemula, biasanya terfokus pada 1 pemasukan.
Sehingga ketika 1 pemasukan tersebut bermasalah, maka bermasalah juga
keuangannya.
Risiko tinggi, tidak tahu 'membudidayakan' uangnya
Banyaknya
kejadian penipuan ala Ponzi Scheme, padahal perusahaannya adalah
perusahaan legal, membuat takut banyak orang. Ini juga yang membuat
manajemen nyali seseorang menjadi ciut buat 'membudidayakan uang'-nya
agar berkembang biak seoptimal mungkin.
Uang hilang, tidak bisa diambil sewaktu-waktu
Masifnya
Kampanye Gemar Menabung, membuat orang-orang lebih senang menyimoan
ketimbang berinvestasi. Investasi identik seperti 'Uang Hilang', padahal
ada horizon waktunya, yang sebenarnya bisa kita cairkan sewaktu-waktu.
Nah, agar kita punya 'Peternakan Uang' dan memiliki motivasi 'Nyali' dalam bidang keuangan, maka perlu menyadari
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Pasar
Secara umum, ada 2 mazhab dalam mengembangbiakkan uang.
a. Jalan panjang
Berinvestasi dan mengaturnya dalam sektor riil, seperti bisnis, sirkah, properti, emas dan lainnya.
b. Jalan pendek
Berinvestasi dan mengaturnya dalam sektor pasar modal, seperti obligasi/sukuk, reksadana, saham dan lainnya.
Tinggal bagaimana kita memiliki pengetahuan tentang kedua hal di atas.
Dan
'nyemplung' ke kondisi di atas dengan mempraktikkannya adalah jalan
terbaik untuk mengetes dan mengukur keefektifannya buat keuangan pribadi
dan keluarga Anda.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris mudah
Produk
Untuk
satu bentuk pasar saja, misal pasar reksadana, ada banyak perusahaan
yang 'bermain' di sana. Ada banyak variasi produk yang diluncurkan dan
kita bisa belajar membandingkannya. Know your product, baik positif dan
negatifnya akan membuat percaya diri dan keluarga Anda dalam
mengendarainya.
Parameter
Parameter
adalah ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan
dari yang terdapat di dalam percontohan. Misalnya sebuah perusahaan
Manajemen Aset mengeluarkan prospektus tentang hebatnya produk mereka.
Kita bisa cek apa saja yang parameternya, bandingkan dengan Perusahaan
Manajemen Aset lainnya, lihat juga tahunnya dan lainnya.
Artinya tetap mulai dari hal kecil, yang kita ketahui risikonya.
Baca juga info : kursus bahasa
inggris di pare
Seperti
kita bernyanyi di kamar mandi, tidak ada nyali yang dipertaruhkan di
sana, dan kita bisa lepas bebas dalam bernyanyi walau suara kita fals
sekalipun. Tetapi akan mulai berbeda ketika kita masuk di sebuah studio
karaoke kita sendiri, apalagi jika suara fals kita didengar oleh orang
lain.
Tetapi agar nyali muncul dibutuhkan banyak latihan,
latihan pada satu instrumen baik investasi ataupun cash flow management
spesifik, praktikkan dan ukur efektivitasnya, Insya Allah nyali kita
akan meningkat.

Comments
Post a Comment